Perbedaaan
antara Business Process Reengineering dan Total Quality Management adalah :
Business Process
Reengineering (BPR) adalah suatu metode improvement yang menggunakan perubahan
radikal business process existing menjadi suatu process baru untuk mencapai
operasional excellence, pengurangan biaya ataupun menjadi lebih unggul
dibanding kompetitor. Perubahan ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan
radikal improvement dari sisi efektivitas dan effisiensi proses. Perubahan ini
adalah rekayasa ulang proses yang sudah ada sehingga bisa mengakibatkan
penambahan ataupun pengurangan suatu unit menjadi suatu unit yang baru yang
lebih terintengrasi.
Sedangkan Total Quality Management (TQM) adalah Suatu
metode peningkatan process dengan melakukan continuous improvement dari process
yang sudah ada. TQM adalah perbaikan berupa incremental improvement dari
process existing untuk meningkatkan process dan output secara berkelanjutan.
Dalam implementasinya, apabila kita ingin mendapatkan
hasil yang maksimal maka sebaiknya melakukan Business Process Reengineering
(BPR) terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan Total Quality Management
(TQM). Perbedaan ekstrem antara BPR dan TQM juga terletak pada kebutuhan
perusahaan sendiri, apakah perlu dilakukan perubahan yang radikal atau cukup
dengan continuous improvement. Disamping itu dari sisi resiko, maka resiko
kegagalan BPR akan jauh lebih tinggi dibanding TQM karena semua proses didesign
ulang dari awal.