Sunday, March 3, 2013

Apakah motivasi outsourcing ?


Ada tiga faktor utama yang menjadi motivasi untuk melakukan outsourcing yaitu cost, strategy dan politics. Dari dua kategori pertama tersebut  diatas, umumnya yang menjadi pendorong untuk perusahaan privat. Sedangkan faktor politik sering menjadi pendorong outsourcing untuk organisasi publik (Kremic et al, 2006).


 Cost-Driven Outsourcing

Outsourcing untuk alasan biaya dapat terjadi ketika biaya dari pemasok cukup rendah bahkan sudah ditambahkan dengan biaya overhead, keuntungan, dan biaya transaksi pemasok namun tetap dapat memberikan service dengan harga yang lebih rendah. Satu hal yang menjadi pertanyaan bagaimana suatu perusahaan dapat melakukan penghematan untuk menutupi biaya overhead dan tetap mendapatkan keuntungan dibanding perusahaan lain yang telah mempunyai fungsi tersebut. Spesialisasi dan economies of scale adalah mekanisme untuk mencapai level efisiensi tersebut.
Keinginan untuk mengamankan indirect costs mungkin menjadi pendorong dari outsourcing. Perusahaan yang memiliki jumlah karyawan yang lebih kecil akan membutuhkan infrastruktur dan peralatan pendukung yang lebih sedikit pula yang akan membuat perusahaan menjadi lebih gesit dan efisien. Beberapa perusahaan melakukan outsourcing untuk mendapatkan kontrol biaya yang lebih baik sementara yang lainnya mencoba memindahkan fixed cost menjadi variable cost.


Strategy-Driven Outsourcing

Akhir-akhir ini penggerak utama untuk outsourcing tampaknya sudah mulai bergeser dari biaya ke isu strategis seperti core competency, fleksibilitas, realibilitas dan meningkatkan kualitas. Mungkin alasan strategis yang paling sering digunakan untuk melakukan outsourcing adalah untuk membuat organisasi untuk lebih fokus pada core competency. Karena dengan persaingan yang ketat, organisasi dipaksa untuk mengarahkan sumber daya yang terbatas untuk tetap mempertahankan competitive advantage.
Fleksibilitas dan realibilitas tampaknya menjadi pendorong penting bukan hanya dari perspektif skala produksi tetapi juga dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan. Organisasi perlu untuk bereaksi lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan outsourcing dipandang sebagai solusi untuk mencapai hal tersebut. Outsourcing juga dapat dianggap sebagai cara untuk mengurangi risiko organisasi dengan berbagi risiko dengan pemasok.
Meningkatnya persaingan dan keinginan pelanggan mengakibatkan perusahaan harus selalu meningkatkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Outsourcing memungkinkan perusahaan untuk mengakses keahlian yang tidak tersedia di internal perusahaan sehingga bisa menyediakan sumber daya atau kemampuan yang saling melengkapi yang menghasilkan keuntungan sinergis ketika dikombinasikan dengan kemampuan internal untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas.


Politically-Driven Outsourcing

Ada beberapa alasan mengapa organisasi publik mempunyai berperilaku berbeda dari sebuah perusahaan swasta terutama dalam melakukan outsourcing. Organisasi publik tidak mempunyai tujuan untuk mengejar keuntungan namun untuk memastikan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat. Namun faktor yang mungkin menyebabkan perusahaan publik melakukan outsourcing karena adanya kepentingan dari penguasa untuk dipilih lagi oleh masyarakat, membangun opini yang baik dari masyarakat ataupun karena adanya kepentingan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari kegiatan tersebut.

No comments: